Kamis, 15 September 2011

Dikala Subuh

Dingin udara pagi yang menembus tulang seolah semakin membuat tubuh ini tak kuasa untuk segera bangkit, balutan selimut tebal ini pun masih tak mampu juga untuk menahan dinginnya pagi ini. Lantunan ayat suci yang terdengar di telinga seolah membuat kalbu ini tersentak namun berat mata karena rasa ngantuk yang masih bergejolak seolah2 tak perduli. 

Suara pintu terbuka krek,,,,!! terasa getaran di iringi dengan langkah kaki, Ku mencoba membuka sedikit mata ini terlihat ibu yang sudah terbangun dan menuju ke belakang. Seketika niatan untuk segera bangkit dan melawan dingin udara pagi itu sungguh luar biasa ketika teringat bahwa Sang Khaliq telah menunggu dan lantunan suara adzan yang terdengar bersaut-sautan menandakan bahwa ada seruan untuk kita menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim.

Ketika sang fajar mulai menyambut dan suatu keharusan segera untuk bergegas menunaikan ibadah sholat subuh sudah menjadi agenda kita setiap hari. Ku melangkah sedikit cepat menuju belakang rumah untuk membasuh muka ini dengan usapan air wudhu, sungguh terasa segar walaupun dingin masih menyelimuti tubuh ini. Ku pun bergerak cepat tak ingin terlewatkan dan ketinggalan untuk selalu melangkahkan kaki menuju rumah Allah yang sudah menantikan umatnya untuk selalu memanjatkan do'a kepadaNya.
Ku sahut mukena di dekat almari baju, cepat-cepat ku memakainya dengan rapi dan langsung menuju ke luar rumah.

Terlihat di ujung timur gemerlap bintang yang memancarkan sinar mengerdipkannya untuk kita seolah ingin selalu mengingatkan pada maha pencipta semesta alam, di tambah pancaran sinar bulan yang terang begitu terlihat sempurna layaknya bintang dan bulan yang selalu setia menemani :)

Subuh kali ini indah, terlihat jama'ah sholat subuh yang sudah berbaris rapi merapatkan shof menandakan segera di mulai ibadah sholat subuh, lantunan ayat suci al-qur'an yang terucap dan terdengar merdu di telinga membuat bulu kudu ini merinding merasakan bahwa khuyuknya seorang imam memandu jama'ah sholat untuk mengikutinya di setiap bacaan dan gerakannya. 

Terlihat begitu sangat indah dan buat diri ini seolah kagum ketika terlihat seorang nenek yang selalu tidak pernah absen untuk ikut berjama'ah subuh di Musholla ini, duduk di barisan terdepan dengan mukena yang sudah tak lagi terlihat putih *)kusam dan menguning mata yang terlihat masih memerah tapi semangatnya sungguh luar biasa walaupun terkadang terlihat ngantuk saat dzikir terucap. 
*)satu koreksi diri bagi kita, bahwa tidak ada halangan suatu apapun dan bagaimanapun keadaannya selagi kita masih mampu untuk melakukannya kita harus tetap menjalaninya dengan rasa penuh ikhlas :) semata2 hanya mencari ridho dariNya.

Masih dengan subuh yang indah, anak kecil yang belum genap 3 tahun sudah terbiasa bangun pagi dan ikut untuk sholat subuh berjama'ah di Musholla. Walaupun hanya sekedar duduk saja tapi terlihat suatu keinginan anak tersebut untuk mengikuti gerakan setiap sholat.
*)sungguh malu diri ini, kenapa kita kadang justru berat untuk bangun di saat kumandang adzan memanggil. :(

Hati damai ku rasa setelah sholat subuh usai, ada suatu kedamaian dalam hati ini, ada suatu energi yang tumbuh dalam tubuh ini, semangat untuk melakukan aktivitas seakan membara, menyambut pagi dengan penuh kebahagiaan dan harapan akan selalu terjaga olehNya.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar