Awan mendukung hitam menebal di atas langit, tiupan angin yang kencang, dedaunan pohon yang bergoyang riang dan terlihat beberapa guguran daun jatuh akan hempasan angin seolah menandakan akan datangnya hujan di sore itu. Dan nampaknya Tuhan telah menjawabnya, awan hitam tebal itu pun rupanya sudah tak mampu untuk menampungnya dan terik matahari di siang hari yang menyengat dan udara malam hari yang panas semakin menambah rasa tak sabar menantikan kehadirannya(hujan).
Sore itu aku sangat menikmatinya (hujan) di tengah lelah diri setelah seharian bekerja, melepaskan semua lelah dengan memanjakan mata ini untuk melihat di balik kaca kamar, terlihat begitu terasa memberikan kedamaian tak hanya manusia, tumbuhan dan hewan pun seolah bersorak sorai akan kedatangannya.
Tetesan air yang membasahi bumi, aroma khas tanah yang basah, dedaunan kembali segar dengan guyuran air hujan yang mengalir, percikan air yang menempel di kaca rumah, atap rumah terlihat basah olehnya,sungguh hujan kemarin membawa sejuta makna bagi setiap insan.
september ceria :DTetesan air yang membasahi bumi, aroma khas tanah yang basah, dedaunan kembali segar dengan guyuran air hujan yang mengalir, percikan air yang menempel di kaca rumah, atap rumah terlihat basah olehnya,sungguh hujan kemarin membawa sejuta makna bagi setiap insan.
ini lah hujan perdana di bulan september membawa kedamaian dan kesejukan di setiap insan hidup.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar